Selasa, 20 Juli 2010

kaya dan miskin bukan ukuran dari kebahagiaan

seorang penulis yang kini mempunyai perpustakaan terbesar dan mempunyai pameran terbesar. hanya bisa diam dengan kekayaan yang ia miliki, ia bertanya dalam hatinya untuk apa semua kekayaanku ini? membeli rokok, aku tidak merokok, beli jas yang mahal. aku tidak suka pergi ke pesta. membeli mobil \, akan sulit perawatannya. lalu untuk apa uang ku ini, lalu ia berfikir ternyata kekayaanku ini tidak membuatku bahagia, ternyata pada saat aku miskin lah aku merasakan kebahagiaan. karena aku menyukai tulisanku, aku melihat indahnya warna-warna dalam setiap lukisanku. lalu si penulis itu berkata ternyata kaya atau miskin bukan ukuran dari kebahagiaan.